TIMNAS INDONESIAKU
TIMNAS INDONESIAKU
Akhirnya selesai sudah laga antara timnas kita Indonesia dengan Laos yang pertama dijalani oleh Indonesia di malaysia AFF SUZUKI CUP dengan hasil yang cukup mengecewakan karena sebelumnya laga dengan laos indonesia bisa lebih bisa memenangkan pertandingan dengan gol yang mutlak menang dan kebanyakan lebih dari 1-0 . Tapi sekarang hanya dengan hasil 2-2.
Kenapa pada saat ini terjadi kesulitan untuk mendapatkan point gol yang besar ?
Apa karena faktor kandang yaitu main di malaysia ?
Apa karena pelatih ?
Apa karena pemainnya ?
Semua itu rumit untuk dipecahkan.Tapi kenapa harus semakin begini timnas kita ?
Ahhhh timnasss ......
Timnas kita tidak sekeren dan sebagus yang kemarin . Dengan komposisi yang bisa masuk ke final . Itu karena mungkin para pemimpin disana yang tidak tegas dalam tindakannya yang membuat para pemain yang sekarang tidak sebagus timnas dulu . Itu karena terjadinya pemecahan dalam timnas , masak timnas ada dua , padahal Indonesia itu satu , harusnya timnas pun harus satu bersatu tanpa ada pemecahan dalam timnasnya.
Apa mungkin untuk keuntungan pribadi ? tanpa mengutamakan kepentingan bersama sebagai negara Indonesia ? jawabnya rumit , dan hanya mereka yang tau para punggawa yang membuat timnas kita terpecah menjadi dua.
Andai saja timnas kita bisa bersatu pastilah akan lebih baik dari sekarang , karena menjadi juara bukan mimpi perseorangan yang diuntungkan tapi juga untuk semuanya yaitu kita seluruh warga negara indonesia.
Banyak pemain yang mempunyai kualitas dan skill tinggi yang bisa membuat negara kita lebih baik khususnya pada sepak bola , mana boas ? dkk yang memiliki banyak pengalaman .Selain itu juga banyak pemain naturlisasi yang mampu juga untuk membela timnas kita seperti Greg , Victor , Gonzales dll.
Coba saja kalau tidak terpecah timnas kita , pasti hasilnya akan berbeda.
Ayooo lah para pemimpin kita satukan timnas kita untuk ke depannya , karena kita sebagai warga negara indonesia sangat berharap kita bisa satu seperti dulu.Kita kangen akan suasana seperti dulu yang bisa menjadi satu.



0 comments:
Post a Comment