separate
Welcome to my blog. In this blog there are various kinds of information, knowledge, science, technology, religion, etc.
banner ad
logo
Unknown

Surga dengan cinta


Cinta, lima huruf yang banyak dibicarakan lisan namun susah untuk didefinisikan. Sebuah kata yang kini laris menjadi komoditas perniagaan. Sayang, banyak pihak yang tidak mengetahui hakikat cinta ini sehingga memosisikannya sebagai pembenar kemaksiatan yang dia lakukan.

Di sisi lain, cinta sejatinya merupakan Ibadah besar jika kita mampu menempatkannya tepat di dalam posnya. Hanya, kita perlu mengetahui bagaimana cara kita beribadah dengan cinta agar kita bisa mendapatkan pahala dari cinta kita.

Pembaca, dakwah Islam memiliki keutamaan yang sangat besar. Cukuplah sebagai keutamaan, sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan, dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan.” Ya, orang yang memerintahkan akan mendapat pahala yang sama seperti yang melaksanakannya. Kabar baiknya, kita bisa ikut andil dalam dakwah yang mulia ini. Cukup dengan menyebarkan majalah yang ringan ini kepada, saudara, handai tolan, keluarga, berarti kita telah ikut andil dalam dakwah. Barangkali dengan ini, Allah berkehendak untuk memberikah hidayah dengan perantaraan kita. Siapa tahu?

Akhir kata, mudah-mudahan pembaca dapat menikmati sajian kami dan mendapatkan faedahnya.
Wassalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh
Ringkasan:

Telaah 1: Hakikat Cinta

Cinta kepada Allah adalah wajib. Cinta yang disertai dengan sikap pengagugan, pemuliaan, juga penghambaan dan perendahan diri terhadap-Nya. Inilah cinta ibadah yang harus diberikan kepada Allah semata, tidak boleh kepada selainnya sedikitpun.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). [Q.S. Al Baqarah: 165]

Katakanlah: “jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, isteri-isteri kalian, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. [Q.S. At-Taubah: 24]

Sungguh tatkala seorang hamba mencintai Allah, tentu Allah tidak akan menyia-nyiakannya, sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya tentang hari kiamat, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang engkau persiapkan untuk menyambutnya?” Orang tersebut menjawab, “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam aku tidak mempunyai persiapan dengan melakukan banyak shalat, tidak pula dengan berpuasa untuk menyambutnya. Hanya saja, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang bersama siapa yang dicintainya, dan engkau bersama dengan yang engkau cintai.” Maka, tidaklah kaum muslimin bergembira setelah keislaman mereka sebagaimana kegembiraan mereka mendengar hadits ini.

Telaah 2: Bukti Cinta

Mencintai perkara-perkara yang Allah cintai
Membenci perkara-perkara yang Allah benci
Mendahulukan hal-hal yang Allah dan Rasul-Nya cintai
Mengikuti dan mencontoh Nabi dalam semua pengamalan ibadah
Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Q.S. Ali Imran: 31]

Telaah 3: Cinta Terlarang

Cinta yang tercela adalah cinta yang tidak dapat memberikan manfaat di dunia dan akhirat, bahkan bisa jadi akan mengakibatkan mudharat bagi pemiliknya dalam dua kehidupan. Perhatikanlah bagaimana Allah mencela para kekasih yang saling berkasih sayang di atas maksiat kepada Rabbnya, kebencian terhadap agama-Nya dan permusuhan kepada pemeluknya.

Allah berfirman:

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. [Q.S. Az-Zukhruf: 67]
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. [Q.S. Al Munafiqun: 9]
Tetapi kalian memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.[Q.S. Al-A’la: 16-17]

0 comments:

Post a Comment

logo
Copyright © 2012 INFORMATION.
Blogger Template by Clairvo